Header

Liputan6

Ribuan Orang Korban Lembaga Investasi Yusuf Mansur



SBOBET Indonesia - Ustad Yusuf Mansur dilaporkan ke Polda Jawa Timur, Surabaya terkait investasi Condotel Moya Vidi di Yogyakarta yang bermasalah.

Melalui kuasa hukum pelapor, Sudarso Arief Bamukimin para korban menyatakan kesiapan untuk menindak lanjuti proses hukum terhadap lembaga investasi milik Uztad tersebut.

Menurut Sudarso, Yusuf Mansur memiliki banyak lembaga investasi yang dimilikinya. Lanjut dia, para korban di Surabaya Rata-rata yang menjadi korban memiliki minimal tiga sertifikat. Tiap sertifikat itu bernilai Rp2,7 juta.

“Yang saya tahu, investasinya itu ada yang berbentuk investasi usaha patungan, patungan aset, investasi konsisten dan ada juga investasi haji dan umroh,” ucapnya.

Menurut kuasa hukum, tahun 2013 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sempat menghentikan investasi aset Yusuf Mansur. Namun Yusuf Mansur justru membuat investasi bentuk baru dan korbannya berjumlah dua ribu orang.

“Sebelumnya, investor yang berinvestasi ke Yusuf Mansur berlangsung pada 2012, namun investasi itu tidak sesuai kesepakatan awalnya,” kata dia, seperti yang dilansir Antara, Sabtu (17/7/2017).

Sudarso menjelaskan, awal Yusuf Mansur menjanjikan setelah investasi dikumpulkan, nantinya investasi tersebut akan dibangun. Setelah itu, investasi Condotel Moya Vidi tersebut tak jadi dibangun dan dialihkan. Namun sampai sekarang tak justru semakin tak jelas.

Akhir-akhir ini Yusuf Mansur juga kembali membentuk perusahaan aplikasi, PayTren yang digunakan untuk transaksi sehari-hari, seperti menjual tiket kereta api.

Untuk bisa menjalankan usaha ini, dia mengandeng PT. DIMO Pay Indonesia (DIMO) untuk mengembangkan tekhnologi pembayaran berbasis cashless melalui fitur QR Code (Quick Response) yaitu dengan teknologi PayByQR.






AFILIASI :
#Bolahero , #MajalahMandiri , #MentariMovie ( Nonton Online Subtitle Indonesia )

Ribuan Orang Korban Lembaga Investasi Yusuf Mansur Ribuan Orang Korban Lembaga Investasi Yusuf Mansur Reviewed by Majalah Sbobet on Minggu, Juni 18, 2017 Rating: 5

Tidak ada komentar

Post AD

Inner Post AD