Header

Liputan6

Indikasi 'Jual Beli' Kursi di Sekolah, Gubernur Banten: Laporin Aja



SBOBET Indonesia - Gubernur Banten Wahidin Halim merespons terkait temuan dari Ombudsman soal adanya indikasi kecurangan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2017 di kabupaten dan kota di Banten. Ia meminta agar ada tindakan hukum terkait pelaku kecurangan tersebut.

"Tinggal laporin aja, tindak secara hukum," kata Wahidin Halim kepada wartawan di Pendopo Gubernur Banten di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Rabu (12/7/2017).

Namun, lanjut Wahidin, atas temuan Ombudsman tersebut, ia masih akan menunggu apakah akan memanggil pihak Dinas Pendidikan atau tidak. Ia sendiri setuju agar ada laporan proses hukum jika temuan tersebut benar.

"Kita tunggu dulu, kalau ada penyimpangan proses secara hukum. Saya setuju itu," katanya lagi.


Secara umum., ia juga mengaku, proses penerimaan PPDB online di daerahnya banyak kekurangan dan keluhan dari masyarakat. Apalagi, server PPDB online di Banten juga lemah dan sempat tidak dapat diakses.

Sebelumnya, investigasi dari Ombudsman Perwakilan Banten menemukan aneka masalah dan praktik kecurangan di proses PPDB 2017. Ada indikasi jual beli kursi di beberapa daerah di Banten oleh orang-orang berpengaruh seperti anggota DPRD, kepala daerah, dan kepala dinas.

"(Sekolah) unggulan sama aja. Malah karena itu kan mencari di situ lebih banyak lagi. Titipan itu mereka dipusingkan (oleh) DPRD, kepala daerah, kepala dinas," kata Bambang P. Sumo, Kepala Ombudsman Perwakilan Banten, pada Selasa (11/7) kemarin .

"Kalau transaksinya katanya ada yang lebih memang sampai 5 sampai 10 (juta). Tapi kan kita nggak punya bukti. Indikasi doang akhirnya, karena nggak berani melaporkan," tegasnya.






AFILIASI :
#Bolahero , #MajalahMandiri , #MentariMovie ( Nonton Online Subtitle Indonesia )

Indikasi 'Jual Beli' Kursi di Sekolah, Gubernur Banten: Laporin Aja Indikasi 'Jual Beli' Kursi di Sekolah, Gubernur Banten: Laporin Aja Reviewed by Angelice Onggi on Rabu, Juli 12, 2017 Rating: 5

Tidak ada komentar

Post AD

Inner Post AD