Header

Liputan6

Lebih Susah Jual Moge atau Mobil Sport Bekas?



SBOBET Indonesia - Pasti banyak diantara Otolovers yang bermimpi untuk memiliki motor gede (moge) seperti Harley-Davidson, atau mobil sport seperti Ferrari. Namun dengan harganya yang selangit, membuat moge atau mobil sport bekas lebih dilirik, karena relatif memiliki harga yang lebih murah.

Tapi kira-kira lebih sulit menjual moge atau mobil sport bekas seperti Ferrari dan Lamborghini ya?

Siapa sangka, menurut Marketing Importir Umum Velentino Motor, Sandy, rupanya menjual Moge itu lebih sulit dibandingkan menjual mobil sport bekas seperti Ferrari, Lamborghini.

"Kami di Valentino Motor juga ikut menjual Moge bekas tahun 2007-2014. Mulai dari Harley-Davidson, BMW, Honda, Ducati. Harga yang kami tawarkan relatif, mulai dari Rp 300 juta - Rp700 juta. Kondisinya dijamin bagus," ujar Sandy.

Hal tersebut dikatakan Sandy sebab, konsumen yang berminat memiliki kendaraan mewah, lebih condong memilih mobil ketimbang motor.

"Lebih susah menjual motor besar saat ini. Rata-rata peminatnya tidak terlalu banyak. karena banyak dari para pengusaha itu lebih senang naik mobil sport atau mewah dibandingkan motor besar," tambahnya.

Meski demikian, Sandy memastikan, melakukan pembelian moge bekas di Valentino Motor memiliki beberapa keunggulan. Salah satunya pembayaran bisa dilakukan secara kredit.

"Tahun ini untuk motor besar Valentino Motor (cabang Fatmawati-Red) sudah menjual sekitar 6 unit motor besar dari berbagai brand. Dan kebanyakan konsumen yang membeli motor besar bekas di Valentino Motor karena konsumen ini menambah koleksinya atau ingin tukar tambah. Konsumen moge bekas juga bisa melakukan pembayaran secara kredit dengan down payment sebesar 30 persen, dan dijamin akan mendapatkan kualitas moge bekas terbaik," ujarnya.






AFILIASI :
#Bolahero , #MajalahMandiri , #MentariMovie ( Nonton Online Subtitle Indonesia )

Lebih Susah Jual Moge atau Mobil Sport Bekas? Lebih Susah Jual Moge atau Mobil Sport Bekas? Reviewed by Majalah Sbobet on Minggu, Juli 16, 2017 Rating: 5

Tidak ada komentar

Post AD

Inner Post AD