Desa Paling Dingin di Dunia Ini Suhunya Mencapai -67 Derajat Celcius. Kok Betah ya Tinggal di Sana?

By Angelice Onggi - Rabu, Januari 17, 2018


MandiriTravel - sudah sering membahas desa yang indah, unik, instagramable sampai desa yang paling kaya di dunia. Desa-desa itu selalu mencuri perhatian dan bikin orang-orang penasaran untuk mengunjunginya. Apalagi dengan adanya media sosial, tren traveling ke desa-desa pun kian meningkat.

Tapi bagaimana dengan desa yang satu ini, Oymyakon. Apakah kamu berminat mengunjungi desa yang terpencil di kawasan Siberia, Rusia ini? Memang ada apa sih di desa itu? Desa Oymyakon di Siberia adalah desa yang berpredikat sebagai desa terdingin di dunia! Suhu rata-rata di bulan Januari seperti sekarang mencapai -50 derajat Celcius lho!

Yuk simak fakta-fakta menarik di Desa Oymyakon ini dilansir dari Daily Mail.

Desa Oymyakon adalah tempat terdingin di muka bumi yang ditinggali oleh penduduk. Rekor suhu terdingin pun tercatat termometer di suhu -67 derajat Celcius


Sebuah desa di pelosok Siberia, Rusia, bernama Oymyakon dinobatkan sebagai desa terdingin di dunia. Desa ini adalah tempat paling dingin yang masih ditinggali manusia. Pada tahun 1933, rekor terdingin pernah mencapai -67 derajat Celcius. Informasi terakhir, sebuah termometer digital pecah ketika suhunya berada di angka -62 derajat Celcius. Memang sih Antartika mencatatkan suhu yang lebih dingin, namun tidak ada manusia yang tinggal di sana. Desa ini jaraknya 2 hari perjalanan dari ibukota provinsi, Yakutsk. Kota ini pun jadi kota terdingin di dunia. Dengan suhu rata-rata -50 derajat Celcius, kamu bisa membayangkan keseharian warga Oymyakon ini ‘kan. Kok bisa ya manusia tinggal di sana?

Begini realita ekstrem yang terjadi di sana. Jika kamu keluar rumah saat musim dingin, maka rambut dan alis matamu akan segera menjadi penuh karena dipenuhi es. Ngeri juga ya…


Banyak hal tak masuk akal ketika berada di suhu ekstrem. Salah satu contohnya adalah bulu mata dan alis serta merta dipenuhi es ketika kamu keluar di musim dingin. Tinta pena pun sering membeku, kacamata membeku dan menempel di wajah, bahan bakar mobil ikut membeku dan juga baterai ponsel langsung drop dan tidak ada sinyal yang bisa masuk ke sana. Bahkan untuk mengubur manusia saja repotnya bukan main. Butuh 3 hari untuk menguburkan jenazah karena kerasnya tanah yang telah berlapis es. Menggalinya pun harus dengan cara mencairkan es terlebih dahulu dengan batubara panas, lalu kemudian digali sedikit demi sedikit hingga cukup untuk sebuah peti mati. Memang ekstrem banget sih hidup di tempat seperti ini.

Desa ini dulunya adalah tempat persinggahan bagi para penggembala rusa sekitar tahun 1920-1930’an. Pemerintah Uni Soviet pun menjadikan tempat singgah ini menjadi Desa Oymyakon. Manusia super sih yang kuat tinggal di sana


Desa ini ditinggali oleh 500 warga desa yang bisa digolongkan sebagai manusia kuat karena bisa tinggal di tempat super ekstrem seperti ini. Sebagai perbandingan, Annapurna Base Camp di Nepal (4.130 mdpl) yang berselimut salju tebal saat winter saja mentok cuma -20 derajat dan terasa sangat menyakitkan di tubuh. Bagaimana bisa hidup di suhu rata-rata -50 derajat kalau bukan manusia yang kuat. Hehehe.

Pekerjaan mereka kebanyakan adalah penggembala rusa, pemburu dan juga nelayan pencari ikan. Dikarenakan tidak ada tumbuhan yang bisa tumbuh di sini, mereka selalu makan daging rusa, ikan atau kuda. Gizi mereka tercukupi karena susu yang mereka konsumsi banyak mengandung nutrisi mikronutrien.

Bisa sih jadi destinasi wisata, tapi siapa sih kira-kira mau ke sana? Kalau kalian sendiri cuma bisa bilang terimakasih jika diminta liburan ke sana. Tidak akan bersedia pergi ke desa tersebut. Hehehe.

 AGEN SBOBET

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar