Bagaimana Cara Mengakses Dokumen yang Selama Ini Dikumpulkan Facebook?

By Angelice Onggi - Selasa, Maret 27, 2018

Mark Zuckerberg bersama Facebook Network

AGEN SBOBET,Masyarakat global didorong untuk mengunduh data-data mereka di Facebook menyusul kekhawatiran tentang informasi para pengguna yang kemungkinan besar dikumpulkan oleh perusahaan digital milik Mark Zuckerberg.

Ternyata, aktivitas yang konon dapat dikumpulkan termasuk kegiatan non-Facebook meliputi panggilan telpon, SMS, dan beragam hal lainnya.

Seorang pengembang software asal Selandia Baru, Dylan McKay menyoroti persoalan ini usai dia mencoba mengunduh datanya dari Facebook.

Dylan McKay Terkejut Saat Melihat Isi Data yang diunduhnya dari Facebok

Bikin kaget, ia rupanya menemukan korporasi digital tersebut telah merekam isi pesan keluar-masuk SMS dan daftar panggilannya.

McKay membagikan informasi mengejutkan tersebut ke akun Twitter pribadinya.


Sang warga Selandia Baru kemudian ingin lebih tahu seberapa banyak informasi pribadinya disimpan oleh Facebook setelah muncul tuduhan pada Cambridge Analytica yang disebut memakai data pribadi 50 juta pengguna Facebook untuk dimanfaatkan selama Pemilu Presiden Amerika Serikat (AS) 2016.

Saat mengamati dokumen miliknya, McKay baru mengetahui ternyata Facebook mempunyai metadata panggilan telepon selama 2 tahun dari ponsel Android miliknya.


Ia melanjutkan, metadata juga meliputi setiap pesan yang dirinya kirim dan terima.

Padahal, McKay tidak memakai Messanger Facebook.


Bermula dari Instruksi yang Dibagikan Julian Assange

Kehebohan ini bermula kala pendiri Wikileaks.org, Julian Assange, membagikan instruksi bagaimana cara mengakses dokumen para pengguna di Facebook.

"Apa yang harus dilihat (sedikitnya) dari Facebook yang memiliki data-data tentangmu?"

1. Buka Facebook.com/settings.

2. Klik 'Download a copy of your Facebook data'.

3. Tunggu kiriman email otomatis dari Facebook.

4. Download link dokumen ZIP yang diterima kota masuk email.

5. Ekstrak dan lalu buka 'html/index.htm'.


Dalam cuitan pria yang kini masih mendekam di Kantor Kedutaan Besar Ekuador di Inggris, ia menyebut Mark Zuckerberg sebagai seorang megalomaniak (tertarik dengan kemahakuasaan dan mementingkan diri sendiri).

Assange juga mengaku telah menghapus akun Facebook miliknya dan tidak akan pernah memakainya lagi.

Respon Netizen

Banyak netizen memakai Twitter untuk mengekspresikan kekesalan dan keterkejutan usai mengunduh data mereka di Facebook.

Beberapa kecewa dengan beragam item yang dikumpulkan Facebook tentang kehidupan mereka, termasuk panggilan masuk dengan orang-orang yang tidak memiliki akun di Facebook.

"Saya baru saja melihat dokumen tentang diri saya di Facebook dan mereka punya setiap nomor telepon di kontak saya," tulis @EmmaKennedy di Twitter.

Lanjutnya, "Mereka memiliki setiap kegiatan yang akan saya datangi, daftar semua teman (tentu hari ulang tahun mereka) dan daftar setiap teks yang saya kirim."


@mpesce ikut berkomentar, "Tulisan Facebook-telah-membaca-pesan-mu-dan-melihat-panggilan-telpon-mu-di-Android jauh lebih buruk daripada apa pun yang kubayangkan dapat mereka lakukan."


"Jika ente terkejut Facebook mungkin ngejual data para penggunanya, maka ente adalah alasan bagi para penjajah pengering rambut untuk datang ke rumah dan memberi peringatan, 'Jangan pakai hairdrayer di kamar mandi.'"


Facebook Sudah Meminta 'Izin'

Berbicara kepada Ars Technica, Facebook mengatakan kontak telepon bakal diunggah setelah aplikasi Facebook diunduh.

Aplikasi sebenarnya secara terang-terangan meminta izin untuk dapat mengakses.

"Ini adalah praktik yang banyak digunakan, memulai dengan mengunggah kontak telepon," tutur jubir perusahaan yang bermarkas di Menlo Park, California,  kepada Ars Technica.

Termasuk kepada Orang-orang yang  Ada dalam Daftar Telepon?

Pertanyaan turunan yang kemudian muncul, "Jika seorang pengguna memberi izin kontak telepon mereka untuk diunggah, bagaimana dengan rincian orang-orang yang ada dalam kontak tersebut?

 AGEN SBOBET

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar