Mujiono menjual Rumah dibayar pakai uang mainan

By Angelice Onggi - Kamis, Maret 22, 2018

Rumah Mujiono dibeli dengan uang mainan

Pembeli Rumah Mujiono membayar dengan uang mainan

Mujiono menjual Rumah dibayar pakai uang mainan

Mujiono Shock karena uang yang disetor ke Bank untuk membayar utang ternyata uang mainan

 Maxbet268 - Maxbet Indonesia Dengan Berbagai Promo Menarik

Berita Terkini ~ Mujiono, warga Desa Pulosari, Kecamatan Ngunut, menjual salah satu rumahnya seharga Rp 15,1 miliar. Namun pembayarannya justru bermasalah, karena dibayar dengan uang mainan. Lantas bagaimana kondisi rumah tersebut?

Rumah pengusaha yang dijual ini berada di Desa Sumberjokulon atau berjarak sekitar 300 meter dari rumah utamanya di Desa Pulosari. Dibanding deretan perumahan warga yang ada di sekitarnya, bangunan milik Muji tergolong paling mentereng.

Rumah dua lantai tersebut berdiri kokoh di ruas jalan desa yang menghubungkan antara Desa Pulosari dengan Sumberjokulon. Pagar besi tinggi menjadi perisai bangunan bergaya modern ini. Di halaman depan terdapat sebuah patung singa berukuran besar.

Dari sisi akses, posisi rumah milik Mujiono cukup mudah dijangkau, dari ruas jalan utama provinsi hanya barjarak sekitar satu kilometer. Lantas kenapa bangunan di Kecamatan Ngunut tersebut bisa laku di atas Rp 15,1 miliar.

"Karena pembeli mintanya seluruh bangunan dan isi rumahnya maka saya tawarkan Rp 17 miliar, kemudian ditawar dan sepakat pada angka Rp 15,1 miliar," kata Mujiono, Rabu (21/3/2018).

Menurutnya, rumah tersebut memiliki fasilitas lengkap termasuk berbagai perabot antik yang memiliki nilai tinggi . Rumah inilah yang saat ini menjadi jaminan utang modalnya di BCA Tulungagung.

"Saya menjual rumah ini karena ingin saya pakai untuk membayar utang yang macet sejak dua tahun ini," imbuhnya kepada detikcom.

Muji menjelaskan, dalam proses penjaminan sebelumnya, kondisi lahan dan bangunan tidak seperti yang saat ini, karena pada waktu itu hanya berupa lahan beserta kolam ikan.

Dari niat untuk membayar utang itulah hingga akhirnya Muji didatangi oleh Ali, warga Papungan Kecamatan Kanigoro Blitar yang berniat membeli rumahnya. Ali disebut merupakan perantara dari seseorang yang memiliki uang.



Mujiono Shock karena uang yang disetor ke Bank untuk membayar utang ternyata uang mainan


Mujiono, warga Dusun Karangtengah, Desa Pulosari, Kecamatan Ngunut, Tulungagung, mengaku tak menyangka kardus yang diberikan oleh pembeli rumahnya melalui perantara bernama Ali disebut berisi uang Rp 4,5 miliar, ternyata mainan. Dia shock dan lemas di kantor bank.

"Ya Allah, saya seakan mau pingsan. Karena dilihat dari bentuknya saja sudah beda dengan uang yang asli. Akhirnya saya disuruh di situ saja istirahat," kata Mujiono di rumahnya, Rabu (21/3/2018).

Cerita di atas adalah momen Mujiono berada di BCA Tulungagung, Jl Diponegoro, Senin (19/3). Seharusnya, ia membuka kardus itu di bank bersama pembeli rumahnya, Ali. Tapi saat itu Ali tak bisa dihubungi, sehingga Mujiono menyetor kardus sendirian.

Mujiono mengaku cukup hati-hati dalam bertransaksi. Ia tak ingin DP (Down Payment) atas pernjualan rumahnya di Desa Sumberejo Kulon, Kecamatan Ngunut. Harga yang disepakati adalah Rp 15,1 miliar.

"Karena yang valid hanya di bank, karena itu janjian ketemu di bank," kata pria yang memiliki usaha cucian mobil, pakan ikan, dan air kemasan ini.

Kardus tak dibuka Mujiono atas permintaan Ali. Jadi pas di bank itulah, isinya baru diketahui. Ternyata uang mainan dalam bentuk rupiah dan dollar AS.

Mujiono beserta kardusnya dibawa ke polisi. Ia berstatus sebagai saksi dan bisa dipanggil sewaktu-waktu. Polres Tulungagung tengah menyelidiki kejadian ini.

Seharusnya rumah Mujiono ini laku Rp 15,1 miliar. Tapi oleh calon pembeli dibayar sebagian dengan kardus yang katanya berisi uang Rp 4,5 miliar. Ternyata di dalam kardus hanya berisi uang mainan.

Rumah Mujiono dibeli dengan uang mainan


Rumah yang dijual Mujiono terletak di Desa Sumberejo Kulon, Kecamatan Ngunut, Tulungagung. Hanya berjarak 300 meter dari rumah utama Mujiono di Desa Pulosari, Kecamatan Ngunut. Dibanding deretan perumahan warga di sekitarnya, rumah yang 'hampir' terjual ini tergolong paling mentereng.

Rumah terdiri dari dua lantai. Kokoh berdiri di ruas jalan desa yang menghubungkan antara Desa Pulosari dengan Sumberejo Kulon. Arsitekturnya bergaya modern. Pagar besi tinggi dan gapura menambah kesan 'wah'. Di halaman depan terdapat sebuah patung singa berukuran besar.

Dari sisi akses, posisi rumah cukup mudah dijangkau. Berjarak 1 kilometer dari ruas jalan utama provinsi. Menurut Mujiono, fasilitas rumah tersebut lengkap. Ada kolam ikan, perabot antik, dan lain-lain.

Rumah ini yang jadi jaminan utang Rp 6 miliar ke bank untuk modal usaha dua tahun lalu. Usaha Mujiono tak berjalan mulus. Akhirnya jadi kredit macet, hanya sebagian yang terbayar. Mujiono menjual rumah ini untuk menutup utang tersebut.

"Karena pembeli mintanya seluruh bangunan dan isi rumahnya, maka saya tawarkan Rp 17 miliar, kemudian ditawar dan sepakat pada angka Rp 15,1 miliar," kata Mujiono di rumahnya.

Jumat (16/3/2018), transaksi awal dilakukan. Calon pembeli yang disebut-sebut berasal dari Blitar, Ali, memberikan kardus yang disebut berisi uang Rp 4,5 miliar. Kardus tak boleh dibuka dan disimpan di rumah Mujiono, kemudian Senin (19/3) dibawa ke BCA Tulungagung untuk dihitung dan langsung disetorkan.

Ali berjanji akan ikut ke bank. Ternyata ia tak datang. Akhirnya, Mujiono berinisiatif menyetorkan kardus ke teller. Baru diketahui isinya ternyata uang mainan.

"Ya Allah, saya seakan mau pingsan. Karena dilihat dari bentuknya saja sudah beda dengan uang yang asli," tutur Mujiono.

Belum jelas benar soal sosok Ali yang disebut-sebut hendak membeli rumah Mujiono dan memberikan kardus berisi uang mainan. Yang pasti, Mujiono berurusan dengan polisi karena menyetorkan uang mianan tersebut.



Daftar disini !!!
Mandiri88 - Agen Sbobet, Ibcbet Dengan Promo Bonus Terbesar

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar